Eks Napi Poso Dukung Pemerintah Tangani Situasi Kamtibmas Selama Ramadhan

PALU, – Aksi terorisme yang terjadi di sejumlah negara termasuk di Indonesia, di dasari atas tumbuhnya pemikiran radikal dalam dalam diri masing-masing. Paham radikalisme dapat dilawan dengan adanya pemahaman ideologi yang kuat.

“Sebab radikalisme timbul karena pemikiran, karena itu yang bisa menyelesaikan juga pemikiran,“ kata AM eks napi kasus kekerasan Poso, pada media ini, Selasa (5/4/2022).

Menurut AM, yang pernah menjalani proses hukum terkait kasus kekerasan Poso yang pernah dilakukannya, saat ini dirinya berusaha untuk tidak lagi terjerumus dalam radikalisme atau terorisme, bahkan AM mengakui, dirinya siap membantu aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas di Poso, sehingga pelaksanaan ibadah di bulan suci ramadhan ini menjadi khusyuk.

Saat ini, lanjut AM, sebagian besar simpatisan Poso telah mendukung kebijakan pemerintah untuk membantu menciptakan situasi kamtibmas aman dan damai di wilayah Poso dan Sulteng pada umumnya, serta mendukung pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah dampak penyebaran COVID-19. Selain itu juga, mendukung pelaksanaan operasi Madago Raya dalam menyelesaikan permasalahan terorisme di Poso.

“Saya menyarankan dan mengarahkan kepada teman-teman simpatisan lainnya untuk tidak lagi bergabung dan melakukan kegiatan yang mengarah ke aksi terorisme, yang dapat mengganggu situasi kamtibmas serta dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,“ imbuhnya.

“Yang jelas, pemahaman maupun ideologi keras kearah radikalisme, dapat menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme, sehingga pihak terkait harus melakukan program untuk mencegah penyebaran paham maupun idiologi yang mengarah pada tindakan radikalisme dengan melalui pendekatan dari pihak pemerintah serta melakukan pendekatan dan pengawasan terhadap ihcwan โ€“ ihcwan yang diduga sudah terpapar“. tutup AM. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!