Polda Sulteng Himbau Masyarakat Waspadai Doktrin Radikalisme

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah terus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu mewaspadai tentang pahamnya radikalisme.

 

Sebab hingga kini, berdasarkan data intelijen, masih terdapat kelompok-kelompok yang selalu memanfaatkan kepentingannya untuk melakukan doktrin yang bisa membahayakan situasi Kamtibmas, khususnya di wilayah Kabupaten Poso.

 

Untuk itu kepolisian daerah Sulawesi Tengah menghimbau masyarakat khususnya orang tua agar lebih selektif dan berhati-hati memilih tempat pembelajaran bagi anak-anak, kewaspadaan ini penting dilakukan sebagai upaya pencegahan paham radikal yang bisa merusak generasi penerus.

 

Seperti memilih tempat pembelajaran yang baik buat anak-anak baik formal maupun non formal.

 

Para orang tua diharapkan dapat berperan aktif memantau prilaku anak, sebab saat ini keberadaan gadget semakin pesat sehingga anak kita mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang bisa merusak keseimbangan pikirannya.

 

Jika hal ini bisa dilakukan, yakin dan percaya doktrin sesat yang masuk melalui berbagai sarana medsos bisa ditangkal mulai dari keluarga kecil kita.

 

Kepolisian daerah Sulawesi Tengah menegaskan, simpatisan maupun kelompok radikal adalah musuh bersama, jangan mau di pecah belah persaudaraan yang sudah terjalin sejak lama.

 

Islam bukan agama radikal, Islam merupakan agama penuh kedamaian yang bermanfaat bagi semua orang khususnya di bumi Sintuwu Maroso.

 

Perkembangan sistem informasi dewasa ini melalui internet banyak di manfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarluaskan paham radikal, untuk itu peran orang tua terhadap perkembangan anak menjadi hal utama sebagai upaya membendung masuknya doktrin kiri yang menyebar melalui media sosial.

 

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi melalui Kasubdit Intelkam menjelaskan, kekerasan yang terjadi baik di Poso maupun di Sigi sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan persoalan agama.

 

Aksi pembunuhan terhadap warga sipil murni tindakan terorisme yang hingga kini terus dilakukan upaya pengejaran oleh Satgas Madago Raya.

 

Sehingganya kepolisian daerah Sulawesi Tengah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan perlindungan, bantuan makanan maupun informasi, hal ini merupakan upaya atau strategi untuk melemahkan jaringannya dan kita semua terbebas dari ancaman kekerasan dan kembali hidup bebas seperti dulu sebagai satu keluarga besar di Sulawesi Tengah yang hidup berdampingan bersama keluarga lainya.

 

Terakhir kepolisian daerah Sulawesi Tengah berpesan agar jangan mudah percaya dengan segala informasi yang bisa memperkeruh suasana kamtibmas dan memutus persaudaraan.

 

Menurut Ketua FKUB Prof Dr , Zainal Abidin masyarakat perlu memahami ciri-ciri paham radikalisme, seperti misalnya tidak toleran terhadap pendapat atau pandangan orang lain, terutama menyangkut pandangan terkait ajaran agama.

 

Orang yang memiliki pandangan radikal selalu beranggapan bahwa pendapatnya yang benar, jika berbeda dengan cara pandang mereka maka kita dianggap bertentangan bahkan harus di musuhi.

 

Pernyataan mantan rektor IAIN Palu dan Ketua FKUB Prof Dr Zainal Abidin ini banyak disampaikannya di forum resmi sebagai pembicara terkait dengan paham radikalisme yang berkembang di masyarakat khususnya di Sulawesi Tengah.

 

Sementara itu, tokoh muda asal Sulteng yang kini menetap di Jakarta Muh Zainudin kepada awak media menyampaikan, bahwa pencegahan paham-paham radikalisme bukan hanya tugas polri dan pemerintah.

 

Namun menurut dia, harus ada peran dari semua pemangku kepentingan seperti, peran tokoh agama, tokoh pemuda, media, LSM serta lembaga lainya untuk memutus mata rantai penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

 

(Dinar Nirasty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!